membuang kenangan

sudah berbulan-bulan berniat membereskan kamar, baru bisa kecicil tadi siang.
dan selalu saja, saya selalu lambat untuk memilah, mana yang dibuang dan mana yang disimpan.
ada saja yang tersimpan kembali.. bahkan untuk alasan gak penting.

baju-baju yang terbeli, lalu dipakai bahkan hanya satu kali dalam enam bulan terakhir.
buku-buku yang belum terbaca -kalau ini, tentu saya tak pernah tega untuk membuang-
lalu tiket subway, tiket ferry saat di NZ, mungkin jenis memorabilia seperti ini cuma butuh cara penyimpanan yang lebih baik.

kamar kost an yang nggak seberapa luas itu, juga makin terlihat penuh. bukan saatnya berpikir untuk membeli rumah dan pindah ruangan. tapi kali ini benar benar harus memikirkan penyimpanan yang efisien dan fungsional.

kalau saya bisa berdamai dengan kenyataan, bahwa brosur situs heritage di macau bukan hal penting untuk disimpan, mungkin otak saya juga bisa lebih lapang.

barangkali bagian memindahkan barang ke tempat lain apakah itu untuk digunakan orang lain atau dimusnahkan, ialah bagian dari kerelaan melepaskan sesuatu.

dan saya harus banyak belajar untuk itu.

padahal ya… saat saya enggak liat barang-barang yang pada akhirnya saya sadari bahwa saya memilikinya, hidup saya baik-baik saja. enggak panik seperti saat keilangan kunci, misalnya.
baik-baik saja seolah saya memang tidak memiliki sehingga tak perlu panik merasa kehilangan.

cuma, saat menemukannya kembali, kenapa rasanya tetap sayang membuang, seolah itu ialah barang paling penting dalam hidup saya. ..

stupid melancolic..

1 Komentar

  1. Komentar oleh dob on Juni 20, 2008 4:34 pm

    buang ke sini ajaa..:D

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar